Thursday, September 18, 2008

TERLALU BANYAK TIDUR BERISIKO KEMATIAN?????!!!!!!

Salam,
Untuk renungan SEMUA!!!


Terlalu banyak tidur atau tidur lebih dari lapan jam sehari tak hanya akan membuat Anda dicap sebagai pemalas tapi juga membuat Anda cepat mati. Wah....!

Penelitian yang dilakukan oleh Institusi American Cancer Society ini melibatkan 1000 orang relawan dari beberapa negara bagian di Amerika, dan berhasil mengungkapkan bahwa orang yang tidur lapan jam sehari ternyata berisiko 12% meninggal lebih cepat. Risiko ini meningkat menjadi 17% pada orang-orang yang tidur sembilan jam sehari. Risiko kematian yang paling besar terjadi pada seseorang yang tidurnya mencapai sepuluh jam sehari, yaitu mencapai 34%.

Mengapa tidur lebih dari lapan jam sehari tidak dianjurkan? Profesor Daniel F. Kripke, salah seorang peneliti mengatakan bahwa terlalu banyak tidur sama seperti terlalu banyak makan. Tubuh tidak memerlukan lebih dari yang ia perlukan, terlalu banyak tidur hanya akan membuat organ tubuh melemah. "Sebaiknya setiap orang mempunyai kebiasaan tidur 6,5 jam sehari, tapi harus tidur yang berkualiti. "Tak ada alasan untuk menambah jam tidur, tubuh akan memberitahu kita berapa banyak jam yang ia perlukan untuk beristirahat, " ujar Prof... Daniel.

Jadi, merujuk pada penelitian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidur tujuh jam sehari adalah yang terbaik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tubuh paling merasa nyaman jika hanya tidur selama tujuh jam. Tak masalah juga jika tidur kurang dari tujuh jam sehari. Misalnya, enam atau lima jam sehari. "Tapi ingat, tidak baik bagi kesehatan apabila Anda terus menerus tidur kurang dari lima jam sehari dalam waktu yang cukup lama," ujar Prof. Daniel mengingatkan.

"Kalau selama ini Anda tidur lebih dari yang diperlukan oleh tubuh, maka mulai sekarang hilangkan kebiasaan tersebut. Tidurlah yang berkualiti dan yakinlah bahwa tidur selama tujuh jam sehari telah mencukupi dan membawa impak yang positif bagi kesehatan Anda," ujarnya.


Amalan Sebelum Tidur
Hadith :
Dari Abu Hurairah r.a, dari nabi s.a.w baginda bersabda:"Apabila seseorang kamu datang ke tempat tidurnya (hendak tidur), hendaklah dikipaskannya dengan hujung kainnya tiga kali dan hendaklah dibacanya:"Dengan nama Engkau Ya Tuhan, aku rebahkan rusukku (tidur) dan dengan nama Engkau aku angkat (bangun). Jika engkau ambil jiwaku, hendaklah Engkau ampuni dan jika Engkau lepaskan (kembalikan) hendaklah Engkau pelihara sebagaimana engkau memelihara hamba-hamba Engkau yang soleh."

(Muslim)
HuraianIslam tidak hanya menyuruh seseorang itu tidur, malah menekankan bahawa ia adalah hak badan yang perlu ditunaikan. Dalam hadith yang lain diceritakan bahawa Baginda Nabi telah memasuki masjid dan ternampak seutas tali yang merentangi dua tiang. Selepas bertanya, Baginda diberitahu bahawa tali itu adalah kepunyaan Zainab agar dia dapat berpaut kepadanya ketika keletihan melakukan solat. Nabi pun terus mengeluarkan arahan: "Buka tali ini! Hendaklah salah seorang di antara kamu bersolat ketika dirinya cergas, dan ketika sudah mengantuk, hendaklah tidur" - (Bukhari-Muslim) Sesungguhnya tidur adalah suatu kematian yang sementara sedangkan hidup dan mati itu di tangan Allah. Tiada siapa yang tahu bila kita akan mati dan bagaimana kita akan menghadapi detik-detik apabila roh terlerai dari jasad. Bukan jarang kita mendengar orang yang mati ketika sedang tidur ! Oleh itu selaku orang Islam kita dituntut a gar membaca doa sebelum melelapkan mata supaya terhindar daripada perkara yang tidak diingini iaitu mati dalam keadaan mengejut. Ingatlah bahawa menghisab amalan sebelum tidur akan menyedarkan kita tentang hari akhirat kelak. Ia menjadikan kita insaf agar tidak mensia-siakan usia dan masa yang diperuntukkan.

Tuesday, September 16, 2008

RAMADHAN FACTS AND STATS




What is Ramadhan?

Ramadhan is a month of fasting when Muslims abstain from food and drink during the hours of daylight. The fasting is intended to teach Muslims self-discipline, self-restraint and empathy for those less fortunate than themselves. As well as fasting they are expected to maintain purity of thought and action and to turn their minds from the worldly to the spiritual. Muslims try to recite as much of the Qu’ran as possible during Ramadhan - with mosques reciting one thirtieth of the Qu’ran each evening – and to give zakat (charity).

When does Ramadhan take place?

Ramadhan is the ninth month of the Islamic calendar. It begins with the first sighting of the new moon meaning that the exact date of Ramadhan changes each year.

What is the significance of Ramadhan?

Ramadhan is the holiest of the four holy months honoured by Muslims as it is believed to be the time when the Qu’ran was revealed to the Prophet Mohammed (pbuh). The specific night that the Qu’ran was revealed is called Laylat ul Qadr (the night of power/destiny) and one night of prayer at this time is said to be better than a thousand months of prayer at any other time. Laylat ul Qadr falls in the last third of the month. The exact date is believed to be known only to God and the Prophet Mohammed (pbuh), but it is known to be one of the last ten odd nights of the month.

What is Eid-ul-Fitr?

Eid-ul-Fitr is the celebration that marks the end of Ramadhan and the breaking of the fast. It is a three-day celebration in which Muslims give gifts to children and spend time with their friends and family. It is obligatory that Muslims give a set amount of money to charity at this time so that the poor can also celebrate Eid. This charity is called Zakat-ul-Fitr.

What is Zakat-ul-Fitr?

Zakat-ul-Fitr is an amount of charity that is prescribed for everyone. It is calculated as the amount needed to feed one poor person in their specific region for one day. This is known as fitr and is meant to be given before the start of the Eid prayer.

How is Zakat-ul-Fitr different from Zakat?

Zakat is one of the five pillars of Islam. Muslims are obliged to give 2.5 percent of their wealth for the full year every year to charity. This percentage applies only to money, gold and silver and commercial items. There are separate rates for farm and mining produce and animals. A person’s house and personal transportation are exempt from zakat.

What is Syawal?

Syawal is the month after Ramadhan. Muslims are encouraged to fast six days in this month; the days do not need to be consecutive. It is believed that a person who fasts these six days will be rewarded as though he had fasted for a year.